Transformasi usaha kuliner tradisional menjadi berdaya saing melalui branding dan digitalisasi pada Tenank Café Medan
DOI:
https://doi.org/10.60036/a3jr8106Keywords:
Branding, Digitalisasi, UMKM KulinerAbstract
Pengabdian Mandiri Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi usaha kuliner tradisional menjadi lebih berdaya saing melalui penguatan branding dan digitalisasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam membangun identitas visual usaha serta mengelola media sosial sebagai sarana pemasaran. Mitra juga mulai aktif memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Google Maps untuk meningkatkan visibilitas usaha. Keberhasilan kegiatan tercermin dari sejumlah indikator kualitatif, yaitu terbentuknya identitas visual usaha yang sebelumnya tidak dimiliki, mulai aktifnya akun media sosial mitra dengan unggahan konten promosi yang lebih teratur, terdaftarnya usaha pada Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan, serta meningkatnya keterlibatan audiens yang ditandai oleh bertambahnya interaksi pada unggahan (suka, komentar, dan pesan masuk) dan munculnya ulasan pelanggan. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam branding dan digitalisasi serta mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
References
Aaker, D. A. (2014). Aaker on branding: 20 principles that drive success. New York, NY: Morgan James Publishing.
Chaffey, D. (2019). Digital marketing: Strategy, implementation and practice (7th ed.). Harlow, England: Pearson Education Limited.
Hakiki, A., Sari, R., & Putra, D. (2020). Analisis penerapan digital marketing pada UMKM di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 123–130.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2018). Standar akuntansi keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah (SAK EMKM). Jakarta: IAI.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2021). Perkembangan data usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan usaha besar. Jakarta: Kemenkop UKM.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). New Jersey, NJ: Pearson Education.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Ryan, D. (2016). Understanding digital marketing: Marketing strategies for engaging the digital generation (4th ed.). London, England: Kogan Page.
Sari, M., & Putra, A. (2019). Peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan digital marketing. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 45–52.
Taiminen, H. M., & Karjaluoto, H. (2015). The usage of digital marketing channels in SMEs. Journal of Small Business and Enterprise Development, 22(4), 633–651.
Tiago, M. T. P. M. B., & Veríssimo, J. M. C. (2014). Digital marketing and social media: Why bother? Business Horizons, 57(6), 703–708.
Wijaya, A., Nugroho, B., & Prasetyo, D. (2022). Digitalisasi UMKM dalam meningkatkan daya saing usaha. Jurnal Teknologi dan Bisnis, 4(2), 89–97.
Wijayanti, R., Hidayat, T., & Lestari, S. (2023). Strategi branding UMKM dalam meningkatkan minat konsumen. Jurnal Riset Manajemen, 8(1), 15–25.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jonni Hamonangan Silaen, Supaino, Supaino, Sudarsono, Benhur Pakpahan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
