Analisis banjir sistem drainase perkotaan di Kecamatan Poasia, Kota Kendari, menggunakan perangkat lunak PCSWMM
DOI:
https://doi.org/10.60036/65arz219Keywords:
Banjir, Drainase Perkotaan, Curah Hujan, Pasang Surut, PCSWMMAbstract
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Poasia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, keterbatasan kapasitas sistem drainase, limpasan permukaan, serta pengaruh muka air laut pada daerah hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi banjir pada sistem drainase eksisting di Kecamatan Poasia, Kota Kendari berdasarkan kejadian hujan historis menggunakan perangkat lunak Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM). Data curah hujan yang digunakan merupakan kejadian hujan pada 15 Juli 2013 dengan total curah hujan sebesar 205,0 mm selama 18 jam. Pemodelan dilakukan dengan mengintegrasikan data spasial, hidrologi, dan hidraulika untuk mensimulasikan limpasan permukaan dan aliran pada jaringan drainase. Kondisi batas hilir dalam pemodelan juga mempertimbangkan muka air laut sebesar 1,93 m. Hasil simulasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa junction yang mengalami luapan, yaitu J4, J6, J8, J10, J12, J13, J27, J35, J42, dan J43. Debit banjir terbesar terjadi pada J10 sebesar 0,500 m³/s, sedangkan debit banjir terkecil terjadi pada J6 sebesar 0,002 m³/s. Luapan juga terjadi pada kawasan Jalan Bunggasi, Jalan Belimbing, saluran pengalihan, dan daerah hilir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas sistem drainase eksisting belum mampu menampung limpasan yang dihasilkan oleh kejadian hujan ekstrem. Selain curah hujan, kondisi muka air laut di daerah hilir sebesar 1,93 m turut memperburuk kondisi luapan dan memengaruhi kemampuan sistem drainase dalam mengalirkan air. Hasil simulasi PCSWMM menunjukkan bahwa model mampu menggambarkan lokasi dan karakteristik luapan yang terjadi pada sistem drainase di lokasi studi, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem drainase di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.
References
Bai, Y., Zhao, N., Zhang, R., & Zeng, X. (2019). Storm water management of low impact development in urban areas based on SWMM. Water, 11(1), 33. https://doi.org/10.3390/w11010033
Barco, J., Wong, K. M., & Stenstrom, M. K. (2008). Automatic calibration of the U.S. EPA SWMM model for a large urban catchment. Journal of Hydraulic Engineering, 134(4), 466–474. https://doi.org/10.1061/(ASCE)0733-9429(2008)134:4(466)
Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied hydrology. McGraw-Hill.
Damodaram, C., Giacomoni, M. H., Prakash Khedun, C., Holmes, H., Ryan, A., Saour, W., & Zechman, E. M. (2010). Simulation of combined best management practices and low impact development for sustainable stormwater management. JAWRA Journal of the American Water Resources Association, 46(5), 907–918. https://doi.org/10.1111/j.1752-1688.2010.00462.x
Hou, J., Liu, F., Tong, Y., Guo, K., Ma, L., & Li, D. (2020). Numerical simulation for runoff regulation in rain garden using 2D hydrodynamic model. Ecological Engineering, 153, 105794. https://doi.org/10.1016/j.ecoleng.2020.105794
McDonnell, B. E., Ratliff, K., Tryby, M. E., Wu, J. J. X., & Mullapudi, A. (2020). PySWMM: The Python interface to Stormwater Management Model (SWMM). Journal of Open Source Software, 5(52), 2292. https://doi.org/10.21105/joss.02292
Randall, M., Sun, F., Zhang, Y., & Jensen, M. B. (2019). Evaluating Sponge City volume capture ratio at the catchment scale using SWMM. Journal of Environmental Management, 246, 745–757. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2019.05.134
Rossman, L. A. (2010). Modeling low impact development alternatives with SWMM. Journal of Water Management Modeling. https://doi.org/10.14796/JWMM.R236-11
Rossman, L. A. (2015). Storm Water Management Model user's manual, version 5.1 (EPA/600/R-14/413b). U.S. Environmental Protection Agency. [mohon disesuaikan dengan versi yang benar-benar digunakan]
Savitri, Y. R. (2017). Penerapan low impact development (LID) untuk meminimalisir genangan. Jurnal Hidroteknik, 2(1), 35–40.
Sosrodarsono, S., & Takeda, K. (1980). Hidrologi untuk pengairan. Pradnya Paramita.
Suwarno, D., Purnama, K. I., Pratikna, I. S., & Santosa, B. (2021). Kajian low-impact development dan debit banjir Sungai Sringin Kota Semarang. Simposium Teknik Sipil, Lingkungan, Bencana & Manajemen Risiko (CEEDRiMS) Lanjutan 2021.
Swathi, V., Raju, K. S., & Varma, M. R. (2020). Addition of overland runoff and flow routing methods to SWMM: Model application to Hyderabad, India. Environmental Monitoring and Assessment, 192, 1–16. https://doi.org/10.1007/s10661-020-08657-9
Wang, W., Zhang, Z., Hu, W., Zhou, J., Liu, D., Qi, X., & Zhao, X. (2022). Assessment of hydrologic effects and uncertainty based on SWMM runoff indicators for various LID facilities. Journal of Hydrology, 613, 128418. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2022.128418
Zeng, Z., Yuan, X., Liang, J., & Li, Y. (2021). Designing and implementing an SWMM-based web service framework to provide decision support for real-time urban stormwater management. Environmental Modelling & Software, 135, 104887. https://doi.org/10.1016/j.envsoft.2020.104887
Zhang, K., Chui, T. F. M., & Yang, Y. (2018). Simulating the hydrological performance of low impact development in shallow groundwater via a modified SWMM. Journal of Hydrology, 566, 313–331. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2018.09.006
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Achmad Awal Notanda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
