Persipura dalam perspektif solidaritas Durkheimian dan praktik governance
DOI:
https://doi.org/10.60036/91000t56Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena Persipura Jayapura sebagai media solidaritas sosial masyarakat Papua dalam pandangan Emile Durkheim serta implikasinya bagi tata kelola dan praktik e-government di tingkat lokal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, berdasarkan observasi partisipatif, studi media, dan studi kepustakaan. Pada tahun berikutnya, yaitu 2026, data dikumpulkan selama pertandingan Persipura sebagai bagian dari kompetisi promosi menuju Liga 1. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Persipura merupakan versi solidaritas mekanis yang ditata (stylized), di mana kesadaran kolektif masyarakat Papua dibentuk melalui pengappropriasian simbol-simbol yang melampaui batas dan identitas, jalan dan latar belakang sosial. Hal ini tidak hanya menunjukkan euforia kolektif dalam ruang fisik stadion, tetapi juga dalam ruang digital. Fenomena ini dapat dianalisis sebagaimana dikemukakan oleh perspektif dalam ilmu politik dan administrasi publik, di mana Persipura berfungsi untuk mengintegrasikan/mengumpulkan masyarakat di luar struktur formal, khususnya ketika organisasi negara memiliki kekuasaan yang telah berkomitmen untuk menyediakan legitimasi simbolik tertentu bagi dirinya sendiri, serta menjadi bagian dari fungsi untuk membangun praktik komunikasi publik yang kontemporer dalam kerangka e-government. Hal ini juga berdampak pada ekonomi lokal dan mendukung partisipasi lintas aktor, termasuk elit pemerintahan dan kelompok profesional. Namun, solidaritas yang bertumpu pada simbol-simbol kolektif juga menandakan bahaya kerapuhan sosial ketika ekspektasi publik tidak terpenuhi. Penelitian ini menambah kajian dalam bidang administrasi publik dengan menetapkan bahwa simbol-simbol budaya dapat menjadi komponen penting dalam praktik tata kelola berbasis sosial di tingkat lokal.
References
Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Durkheim, E. (1997). The division of labor in society. Free Press.
Fakhira, N., Komariah, S., & Wulandari, D. (2023). Solidaritas sosial dalam komunitas suporter sepak bola. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(2), 145–158.
Heeks, R. (2018). Information and communication technology for development (ICT4D). Routledge.
Hidayat, T. (2020). Dampak ekonomi kegiatan olahraga terhadap sektor informal. Jurnal Ekonomi Lokal, 5(2), 101–115.
Maulana, R. (2024). Solidaritas suporter tim nasional Indonesia dalam perspektif identitas sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 8(1), 55–70.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.
Ngadimin, & Sazali. (2024). Sepak bola dan pembentukan nasionalisme di Indonesia. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 10(1), 23–35.
Pierre, J., & Peters, B. G. (2020). Governance, politics and the state. Palgrave Macmillan.
Rhodes, R. A. W. (2017). Understanding governance: Policy networks, governance, reflexivity and accountability. Open University Press.
Saputra, A., & Wijaya, D. (2024). Media sosial dan solidaritas suporter sepak bola di Indonesia. Jurnal Komunikasi, 15(1), 67–80.
Sutrisno, & Prasetyo, B. (2018). Ekonomi olahraga dan dampaknya terhadap masyarakat lokal. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 9(1), 45–60.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muliadi Anangkota, Mohammad Musa'ad, Untung Muhdiarta (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
